KENDARAAN

Operasi Ketupat 2026 Fokus Pengamanan Arus Kendaraan Lebaran 2026

Operasi Ketupat 2026 Fokus Pengamanan Arus Kendaraan Lebaran 2026
Operasi Ketupat 2026 Fokus Pengamanan Arus Kendaraan Lebaran 2026

JAKARTA - Gelombang arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali memadati ruas jalan tol utama di Indonesia. 

Aparat kepolisian memproyeksikan sekitar 3,6 juta kendaraan akan melintasi jalur Tol Trans Jawa dan Sumatera saat periode mudik berlangsung. 

Lonjakan volume kendaraan tersebut menjadi perhatian serius dalam rangkaian pengamanan arus mudik dan balik tahun ini.

Prediksi itu disampaikan oleh Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho. Ia menegaskan bahwa arus lalu lintas di jalan tol akan mengalami bangkitan cukup tinggi, khususnya pada jalur yang mengarah ke Trans Jawa dan Sumatera. 

“Khusus jalan tol, memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi. Jadi, proyeksinya itu yang melintasi tol yang menuju ke Trans Jawa dan Sumatera itu 3,6 juta,” kata Agus.

Lonjakan tersebut membuat jajaran kepolisian menyiapkan langkah antisipatif guna mencegah kemacetan panjang yang berpotensi terjadi. Berbagai strategi rekayasa lalu lintas telah dipersiapkan agar distribusi kendaraan tetap terkendali dan keselamatan pemudik terjaga.

Prediksi Lonjakan dan Rekayasa Lalu Lintas

Dalam menghadapi potensi kepadatan kendaraan, kepolisian akan menerapkan sejumlah kebijakan rekayasa lalu lintas. Mulai dari pengalihan arus, penjagaan di titik-titik rawan kemacetan, hingga penerapan sistem contraflow dan satu arah atau one way.

“Jadi, sudah ada solusi-solusi yang secara kolaborasi stakeholder sudah siap,” ujar Agus. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa langkah-langkah penanganan arus mudik tidak dilakukan sendiri oleh kepolisian, melainkan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Rekayasa lalu lintas menjadi instrumen penting untuk menjaga kelancaran perjalanan jutaan pemudik. Sistem contraflow memungkinkan penggunaan sebagian jalur berlawanan untuk mengurai kepadatan, sedangkan skema one way diterapkan untuk mengarahkan arus kendaraan secara seragam dalam satu waktu tertentu.

Selain itu, koordinasi dengan pengelola jalan tol terus dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas pendukung seperti rest area, rambu lalu lintas, serta sistem informasi perjalanan.

Skema Pengamanan Operasi Ketupat 2026

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai menyusun skema pengamanan pelayanan arus mudik dan balik Lebaran dalam Operasi Ketupat 2026. Skema tersebut mencakup pengaturan lalu lintas sekaligus pengamanan momen sosial masyarakat dan kegiatan spiritual selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Tagline dari Bapak Kapolri untuk Operasi Ketupat itu adalah Mudik Aman, Masyarakat Bahagia, gitu ya,” kata Agus.

Operasi Ketupat menjadi payung besar dalam pengamanan Lebaran setiap tahunnya. Tahun ini, pendekatan yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga pengamanan lokasi publik yang diprediksi ramai.

Seluruh infrastruktur utama seperti jalan tol, jalan arteri, dan titik penyeberangan pelabuhan telah disurvei guna memastikan kesiapan operasional. Pemeriksaan tersebut dilakukan agar tidak ada kendala teknis yang dapat menghambat arus kendaraan selama puncak mudik.

Pengamanan Titik Rawan dan Lokasi Publik

Selain ruas tol, pengamanan juga difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Penjagaan intensif dilakukan pada simpul transportasi, gerbang tol, hingga persimpangan utama yang sering menjadi bottleneck saat arus padat.

Lokasi tempat ibadah yang akan dipadati jemaah selama Ramadan hingga Idulfitri juga masuk dalam perencanaan pengamanan. Demikian pula kawasan wisata yang secara rutin mengalami lonjakan kunjungan pascalibur Lebaran.

“Sehingga ini harus kita kelola dengan baik. Polri dan stakeholder tentunya berkolaborasi untuk bisa hadir menyelesaikan persoalan-persoalan khususnya berkaitan dengan kepadatan,” ujarnya.

Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pengelola tol, serta instansi terkait menjadi kunci dalam mengurai potensi permasalahan selama periode mudik dan balik.

Tol Fungsional dan Dukungan Infrastruktur

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pihak kepolisian bersama pengelola jalan tol juga menyiapkan pengoperasian sejumlah tol fungsional. Di antaranya Japek Selatan, Tol Jambi–Palembang, hingga Bocimi untuk wilayah Sukabumi.

Tol fungsional tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif jalur distribusi kendaraan sehingga beban pada ruas utama dapat dikurangi. Selain itu, skema contraflow dan one way akan diberlakukan secara situasional sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Jadi, sudah ada solusi-solusi yang secara kolaborasi stakeholder udah siap. Mohon doa restu, semoga Operasi Ketupat berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Dengan proyeksi 3,6 juta kendaraan yang melintasi Tol Jawa dan Sumatera, kesiapan infrastruktur dan pengelolaan lalu lintas menjadi faktor krusial. 

Pengawasan intensif serta koordinasi lintas sektor diharapkan mampu menjaga kelancaran arus mudik sekaligus memastikan keselamatan para pemudik sepanjang perjalanan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index