PGEO

PGEO Kolaborasi Filipina Kembangkan Teknologi Panas Bumi Flow2Max

PGEO Kolaborasi Filipina Kembangkan Teknologi Panas Bumi Flow2Max
PGEO Kolaborasi Filipina Kembangkan Teknologi Panas Bumi Flow2Max

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memulai rangkaian roadshow global dengan mengunjungi lapangan panas bumi wet steam terbesar di dunia milik Energy Development Corporation (EDC) di Leyte, Filipina. 

Kunjungan ini menjadi langkah strategis PGEO dalam mengoptimalkan pengembangan teknologi panas bumi melalui penerapan Flow2Max.

Kehadiran PGEO dalam roadshow ini juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjalin kolaborasi internasional, memperluas jejaring, dan mempelajari praktik terbaik pengelolaan panas bumi di dunia. 

Agenda kunjungan ini dilakukan bersama PT Sigma Cipta Utama (SCU), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) bagian dari Pertamina Hulu Energi, untuk membahas kemungkinan implementasi teknologi inovatif di lapangan EDC.

Roadshow ini tidak hanya sekadar kunjungan, tetapi juga membahas peluang penerapan teknologi Flow2Max untuk membuka sumber pendapatan baru melalui komersialisasi inovasi sekaligus memperkuat ekosistem manufaktur dan jasa pengembangan panas bumi.

Flow2Max, Teknologi Inovatif Pengelolaan Superheated Steam

Flow2Max adalah teknologi two-phase flow meter yang memungkinkan pemantauan aliran fluida secara real-time. Dengan kemampuan ini, operator dapat mengevaluasi performa sumur dengan lebih akurat, mengantisipasi potensi masalah teknis, dan memastikan pemanfaatan uap panas bumi superheated secara optimal.

Manager Production & Optimization Excellence PGEO, Mohamad Husni Mubarok, menjelaskan, “Kami bangga dapat memperkenalkan inovasi teknologi Flow2Max kepada salah satu perusahaan panas bumi terbesar dan bereputasi di dunia.” Inovasi ini dikembangkan dari riset studi doktoral Husni saat menempuh pendidikan di University of Auckland, sehingga memiliki dasar ilmiah yang kuat dan teruji.

Penerapan Flow2Max juga diharapkan memperkuat manajemen dan optimalisasi reservoir di setiap lapangan panas bumi PGEO maupun EDC, mendukung efisiensi produksi, serta menjaga keberlanjutan operasional secara berkesinambungan.

Pembahasan Teknis dan Persiapan Implementasi Perdana

Selama kunjungan, PGEO dan EDC membahas berbagai aspek teknis, mulai dari pemenuhan kebutuhan lapangan, pengukuran sumur, hingga negosiasi harga sebelum memasuki tahap manufaktur dan pengiriman perangkat. Target pemasangan perdana Flow2Max dijadwalkan pada Juni 2026.

Head of Geothermal Technology and Innovation EDC, Erlindo Angcoy Jr., menyatakan bahwa teknologi ini sangat sesuai dengan karakter lapangan Leyte. Diskusi juga mencakup penanganan sumur superheat, evaluasi performa lapangan, serta penguatan manajemen reservoir.

Selain itu, PGEO berbagi pengalaman mengenai penanganan sumur panas bumi superheated steam di wilayah kerja Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kapabilitas teknis EDC serta mendorong inovasi lebih lanjut dalam pengelolaan panas bumi.

Potensi Pendapatan Baru dan Perluasan Ekosistem Panas Bumi

Langkah PGEO dalam menerapkan Flow2Max tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga membuka peluang pendapatan baru melalui komersialisasi teknologi.

Teknologi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem manufaktur dan jasa pengembangan panas bumi, sejalan dengan visi PGEO menjadi perusahaan energi hijau kelas dunia.

Manager Ops. Asset Management & Optimization PGEO, Jati Permana Kurniawan, menambahkan, kolaborasi strategis ini juga mencakup pertukaran pengetahuan, pelatihan teknis, dan penguatan kapabilitas tim operasional. 

Dengan demikian, PGEO tidak hanya menerapkan teknologi, tetapi juga membangun kapasitas sumber daya manusia di sektor panas bumi secara global.

Filipina sendiri menempati posisi ketiga kapasitas panas bumi terbesar dunia setelah Amerika Serikat dan Indonesia. Keberhasilan penerapan teknologi di Leyte akan menjadi referensi penting bagi PGEO dalam mengelola lapangan panas bumi berskala besar di Indonesia maupun di kawasan internasional lainnya.

Komitmen PGEO untuk Energi Hijau dan Standar Global

PGEO menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan Flow2Max dalam rangka mendukung optimalisasi operasional lapangan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat pengelolaan reservoir secara berkelanjutan. 

Penerapan teknologi ini diharapkan dapat memperluas portofolio bisnis internasional PGEO sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen panas bumi terkemuka.

“Langkah ini sejalan dengan visi PGEO untuk menjadi world leading geothermal producer sekaligus geothermal center of excellence,” kata Jati Permana Kurniawan. 

PGEO menargetkan kolaborasi jangka panjang, tidak hanya dalam penerapan teknologi, tetapi juga dalam pertukaran pengetahuan, peningkatan kemampuan teknis, dan pengembangan inovasi global di sektor panas bumi.

Dengan roadmap yang jelas dan strategi inovasi berbasis teknologi, PGEO menegaskan perannya sebagai perusahaan energi hijau yang tidak hanya berkontribusi pada kemandirian energi Indonesia, tetapi juga memperkuat standar global dalam pengelolaan sumber daya panas bumi secara berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index