Transportasi

Antisipasi Kemacetan Hujan Pramono Dorong Warga Naik Transportasi Umum

Antisipasi Kemacetan Hujan Pramono Dorong Warga Naik Transportasi Umum
Antisipasi Kemacetan Hujan Pramono Dorong Warga Naik Transportasi Umum

JAKARTA - Curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta kerap menimbulkan dampak lanjutan berupa kemacetan di berbagai ruas jalan utama. 

Kondisi tersebut kembali dirasakan warga ibu kota, ketika hujan lebat turun sejak pagi dan mengganggu kelancaran lalu lintas. 

Di tengah situasi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum sebagai langkah antisipasi kemacetan.

Menurut Pramono, hujan lebat sering kali membuat arus lalu lintas melambat akibat genangan air, jarak pandang yang terbatas, serta meningkatnya volume kendaraan pribadi. 

Jika kondisi ini tidak diimbangi dengan perubahan pola mobilitas, kepadatan lalu lintas akan semakin parah. Oleh karena itu, ia menilai pemanfaatan transportasi umum menjadi solusi yang paling efektif untuk mengurangi beban jalan.

Hujan Lebat dan Dampaknya terhadap Lalu Lintas Jakarta

Hujan yang melanda Jakarta sering kali berdampak langsung pada kondisi lalu lintas. Genangan air di sejumlah titik membuat kendaraan harus melaju lebih pelan, sementara beberapa ruas jalan mengalami penyempitan akibat air yang menggenang. 

Dalam kondisi seperti ini, jumlah kendaraan pribadi yang tetap memadati jalan justru memperburuk kemacetan.

Pramono menilai bahwa penggunaan kendaraan pribadi saat hujan lebat seharusnya dapat ditekan. Menurutnya, semakin banyak kendaraan pribadi yang turun ke jalan, semakin besar pula potensi kemacetan yang terjadi. 

Hal ini menjadi alasan utama pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk beralih ke moda transportasi massal.

Imbauan ini juga disampaikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kenyamanan dan keselamatan warga. Dengan berkurangnya kendaraan pribadi di jalan, risiko kecelakaan dan keterlambatan akibat kemacetan dapat ditekan.

Transportasi Umum Dinilai Lebih Efektif Kurangi Kemacetan

Pramono menegaskan bahwa transportasi umum memiliki peran strategis dalam mengurangi kemacetan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Moda transportasi massal mampu mengangkut banyak penumpang dalam satu waktu, sehingga secara signifikan mengurangi jumlah kendaraan di jalan.

“Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan,” ucap Pramono.

Menurutnya, peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kualitas hidup warga kota. Berkurangnya kepadatan kendaraan dapat menekan emisi dan meningkatkan efisiensi perjalanan.

Integrasi Moda Transportasi Jakarta Semakin Baik

Gubernur DKI Jakarta menyampaikan bahwa sistem transportasi umum di Jakarta saat ini telah terintegrasi dengan cukup baik. Berbagai moda seperti LRT, MRT, Transjakarta, hingga Mikrotrans kini saling terkoneksi dan dirancang untuk memudahkan mobilitas warga.

Dengan sistem yang terintegrasi, masyarakat dapat berpindah dari satu moda ke moda lainnya dengan lebih praktis. Hal ini diharapkan mampu menghilangkan alasan warga enggan menggunakan transportasi umum karena keterbatasan akses atau waktu tempuh yang lama.

Pramono menilai bahwa peningkatan konektivitas ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam membangun sistem transportasi yang andal.

Oleh karena itu, ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal, terutama di saat kondisi jalan tidak memungkinkan penggunaan kendaraan pribadi.

Harapan Pramono bagi Warga Usia Produktif

Dalam imbauannya, Pramono secara khusus menyoroti peran warga usia produktif. Ia berharap kelompok ini dapat menjadi pelopor perubahan perilaku dalam bermobilitas sehari-hari. Dengan semakin baiknya konektivitas transportasi umum, penggunaan kendaraan pribadi dinilai tidak lagi menjadi kebutuhan utama.

“Tetapi bagi warga yang masih produktif yang seperti yang kamu tanyakan tadi, tentunya sebagai Gubernur Jakarta saya berharap bahwa dengan konektivitas Jakarta yang semakin baik, baik itu LRT, MRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan sebagainya harapan saya apalagi digratiskan mereka mau dan bersedia naik transportasi umum,” kata dia.

Menurut Pramono, perubahan kebiasaan ini sangat penting untuk menciptakan sistem transportasi yang berkelanjutan. Jika warga usia produktif bersedia beralih ke transportasi umum, maka beban jalan dapat berkurang secara signifikan, terutama saat hujan lebat melanda ibu kota.

Transportasi Gratis dan Antusiasme Masyarakat

Selain meningkatkan kualitas dan integrasi layanan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan fasilitas transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat. Kebijakan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong minat warga menggunakan transportasi umum.

Pendaftaran program transportasi gratis tersebut dibuka secara berkala setiap pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Skema ini memudahkan masyarakat untuk mendaftar sekaligus mendapatkan informasi langsung mengenai program yang tersedia.

Pramono menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap fasilitas tersebut cukup tinggi. Ia mengaku melihat langsung peningkatan jumlah warga yang memanfaatkan transportasi umum gratis, khususnya dari kalangan lanjut usia dan penyandang disabilitas.

“Yang lansia banyak yang belum memanfaatkan. Kemarin saya lihat sendiri, sudah mulai banyak masyarakat yang datang, lansia dan difabel. Karena kebetulan kemarin untuk lansia dan difabel mereka memanfaatkan itu,” ujar Pramono.

Dengan tingginya minat masyarakat, Pramono berharap penggunaan transportasi umum dapat terus meningkat. Ia menilai bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk mengatasi kemacetan, terutama saat hujan lebat mengguyur Jakarta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index