Techno9 (NINE)

Techno9 (NINE) Ungkapkan Rencana Akuisisi Aset Tambang Poh Group di Mongolia

Techno9 (NINE) Ungkapkan Rencana Akuisisi Aset Tambang Poh Group di Mongolia
Techno9 (NINE) Ungkapkan Rencana Akuisisi Aset Tambang Poh Group di Mongolia

JAKARTA - PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE) baru-baru ini mengungkapkan perkembangan terbaru terkait rencana mereka untuk mengakuisisi aset pertambangan milik Poh Group di Mongolia. 

Aset tersebut, yang dimiliki melalui Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR), direncanakan untuk diinjeksi ke dalam perseroan, yang berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap rencana investasi perusahaan ke depan.

Direktur Utama PT Techno9 Indonesia Tbk, Nuzwan Gufron, menjelaskan bahwa PGGR adalah entitas yang terafiliasi dengan Poh Group, dengan pemegang saham pengendali yang sama, yakni Poh Kay Ping. PGGR memiliki 100% kepemilikan atas dua konsesi pertambangan yang berada di Mongolia.

Opsi Pembelian Aset dan Persyaratan yang Diperlukan

PT Techno9 Indonesia Tbk. telah menandatangani opsi untuk membeli aset-aset pertambangan tersebut. Namun, pelaksanaan opsi ini masih bergantung pada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain persetujuan dari pemegang saham, persetujuan dari regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta penilaian independen oleh dua penilai dari Indonesia dan Australia. Selain itu, transaksi ini juga harus mematuhi seluruh ketentuan peraturan yang berlaku dan melibatkan penandatanganan dokumen transaksi definitif.

Kemitraan dengan Kontraktor EPC+F

Dari sisi operasional, PGGR telah menandatangani Framework Agreement for Mining Cooperation dengan kontraktor Engineering, Procurement and Construction + Finance (EPC+F) yang besar di Mongolia. Kontraktor tersebut, yang berbasis di Inner Mongolia, China, telah beroperasi sejak 1998 dan memiliki lebih dari 1.000 karyawan dengan total aset lebih dari US$500 juta. 

Kontraktor ini telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan PGGR, termasuk entitas terkait seperti Poh Group dan PT Techno9 Indonesia Tbk., dalam eksploitasi tambang baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melaksanakan kerja sama operasi dengan pihak ketiga di Indonesia.

Investasi dan Proyeksi Kapasitas Produksi

Salah satu hal yang menarik dalam rencana ini adalah niat dan kapasitas kontraktor EPC+F untuk melakukan investasi lebih dari US$100 juta untuk mengimplementasikan operasi pertambangan yang ada. Proyeksi kapasitas produksi tahunan yang diharapkan dapat tercapai lebih dari 20 juta ton. Meskipun demikian, realisasi investasi ini akan bergantung pada hasil uji tuntas serta persetujuan dari otoritas Tiongkok terkait dengan pencatatan investasi luar negeri.

Negosiasi Kerja Sama dengan Perusahaan Pertambangan di Indonesia

Lebih lanjut, Nuzwan menyampaikan bahwa PGGR bersama pihak-pihak terafiliasinya, termasuk PT Techno9 Indonesia Tbk., saat ini sedang melakukan negosiasi lanjutan terkait kerja sama operasi dengan sejumlah perusahaan pertambangan yang memiliki izin usaha pertambangan sah di Indonesia. Komoditas yang terlibat dalam negosiasi ini meliputi emas, batu bara, timah, dan bauksit.

Potensi Dampak Bagi Investor

Terkait dengan dampak bagi investor, Nuzwan menegaskan bahwa perkembangan ini berpotensi memberikan dampak material bagi para pemegang saham PT Techno9 Indonesia Tbk. Khususnya jika opsi pembelian aset PGGR di Mongolia direalisasikan, hal ini akan membuka potensi ekspansi dan diversifikasi bisnis yang signifikan bagi perusahaan.

Jejak Akuisisi dan Pengalihan Pengendali

Sebagai informasi tambahan, PT Techno9 Indonesia Tbk. baru-baru ini mengalami perubahan pengendali setelah Poh Holdings Pte. Ltd. (POH) berhasil mengakuisisi saham dengan total kepemilikan 35,85%. Akuisisi ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) antara Poh Holdings dan pemegang saham pengendali lama, Heddy Kandou, pada 23 Januari 2025, yang kemudian diamandemen beberapa kali pada 12 Maret dan 22 Juli 2025.

Poh Holdings secara bertahap menambah kepemilikan saham di PT Techno9 Indonesia Tbk. sepanjang tahun 2025, dengan total pembelian mencapai 773,35 juta lembar saham. Tahap terakhir dari akuisisi dilakukan pada 17 September 2025 setelah penyesuaian harga yang terkait dengan utang dan kewajiban perseroan. Dengan demikian, Poh Holdings kini menjadi pengendali baru dengan kepemilikan 35,85%, menggantikan Heddy Kandou yang sebelumnya menjadi pengendali perseroan.

Strategi Ekspansi Poh Group

Sebelumnya, Poh Group juga menyampaikan rencana untuk mengakuisisi hingga 70% saham PT Techno9 Indonesia Tbk. sebagai bagian dari strategi pengembangan dan ekspansi bisnis grup. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Poh Group untuk memperkuat posisi mereka di pasar pertambangan global dan kawasan Asia, terutama dalam sektor energi dan sumber daya alam.

Kesimpulan dan Prospek Ke Depan

Dengan rencana akuisisi ini, PT Techno9 Indonesia Tbk. berada di jalur untuk memperluas portofolio mereka di sektor pertambangan, baik di Mongolia maupun Indonesia. 

Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan di pasar global, serta memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para pemegang saham dalam jangka panjang. Namun, seperti halnya dengan transaksi besar lainnya, pelaksanaan akuisisi ini tetap akan bergantung pada pemenuhan berbagai persyaratan yang berlaku dan kesuksesan dalam melakukan negosiasi dengan berbagai pihak terkait.

Peluang investasi ini menandai babak baru bagi PT Techno9 Indonesia Tbk., yang tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi juga memperluas jangkauan mereka secara global, termasuk di pasar pertambangan Mongolia yang memiliki potensi besar. Ke depan, perusahaan akan terus menjajaki peluang usaha lainnya untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index