JAKARTA - Kesempatan untuk menunaikan i’tikaf di dua masjid suci kembali hadir pada Ramadan tahun ini.
Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi secara resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran i’tikaf mulai Jumat, 3 Ramadan 1447 H pukul 11.00 waktu setempat.
Pengumuman tersebut menjadi kabar yang dinanti banyak jamaah yang ingin menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang lebih intens dan penuh kekhusyukan.
Program i’tikaf akan dilaksanakan mulai 20 Ramadan hingga 30 Ramadan, sesuai rencana operasional yang telah disahkan.
Rentang waktu tersebut merupakan periode paling utama dalam bulan suci, sehingga minat jamaah untuk berpartisipasi biasanya sangat tinggi. Karena itu, sistem pendaftaran resmi diberlakukan agar proses berjalan tertib dan terorganisir.
Mekanisme Pendaftaran Daring Melalui Portal Resmi
Pendaftaran i’tikaf dilakukan secara daring melalui portal resmi: https://eservices.alharamain.gov.sa/login. Seluruh calon peserta diwajibkan mengakses tautan tersebut untuk memulai proses registrasi.
Penerapan sistem online ini bertujuan memberikan kemudahan sekaligus memastikan data peserta terdokumentasi dengan baik.
Calon peserta harus membuat akun terlebih dahulu atau masuk melalui platform Nafath bagi warga dan penduduk.
Setelah berhasil masuk ke sistem, pendaftar diminta memilih lokasi i’tikaf, apakah di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Tahap selanjutnya adalah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku, lalu mengisi data yang dibutuhkan sebelum mengirim permohonan.
Seluruh prosedur tersebut wajib diikuti secara lengkap. Pengisian data yang akurat menjadi bagian penting dalam proses seleksi, mengingat jumlah pendaftar biasanya melampaui kapasitas yang tersedia. Sistem ini juga dirancang agar transparan serta meminimalkan potensi kesalahan administrasi.
Proses Verifikasi dan Batas Kapasitas Peserta
Pihak otoritas menegaskan bahwa semua aplikasi yang masuk akan diverifikasi berdasarkan batas kapasitas yang telah ditentukan. Pembatasan kuota menjadi langkah penting guna menjaga kenyamanan jamaah serta memastikan kelancaran pelaksanaan i’tikaf.
Setelah proses verifikasi selesai, peserta yang dinyatakan lolos akan menerima notifikasi melalui pesan singkat sebagai konfirmasi resmi. Pesan tersebut menjadi tanda bahwa permohonan telah diterima dan peserta diperbolehkan mengikuti program i’tikaf sesuai jadwal yang ditetapkan.
Penegasan mengenai kuota terbatas juga menjadi pengingat bagi calon peserta agar segera melakukan pendaftaran.
Semakin cepat permohonan diajukan dan diverifikasi, semakin besar peluang untuk memperoleh tempat. Kebijakan ini diterapkan demi menjaga kualitas layanan serta menghindari kepadatan berlebihan di area i’tikaf.
Komitmen Pemerintah Saudi dalam Menjaga Ketertiban Ibadah
Pemerintah Arab Saudi memastikan layanan i’tikaf tahun ini diselenggarakan secara tertib, aman, dan kondusif.
Berbagai persiapan operasional telah dilakukan guna mendukung kekhusyukan jamaah selama sepuluh malam terakhir Ramadan. Penataan area, pengawasan keamanan, hingga pengaturan arus jamaah menjadi bagian dari langkah yang telah dirancang sebelumnya.
Penyelenggaraan yang sistematis bertujuan memberikan pengalaman ibadah yang nyaman. Dengan pengaturan kapasitas yang jelas dan prosedur registrasi yang terstruktur, jamaah dapat beribadah tanpa gangguan yang tidak diinginkan. Pemerintah juga berupaya memastikan fasilitas pendukung tersedia sesuai kebutuhan peserta.
Sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi umat Islam. Oleh sebab itu, pelaksanaan i’tikaf di dua masjid suci ini dikelola secara maksimal agar suasana tetap kondusif. Penyelenggaraan yang tertib diharapkan membantu jamaah fokus memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah lainnya.
Kesempatan Terbatas untuk Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Dibukanya pendaftaran resmi ini menjadi peluang bagi jamaah yang ingin memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan i’tikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Namun, keterbatasan kuota membuat proses seleksi menjadi sangat penting. Setiap calon peserta perlu memastikan seluruh tahapan pendaftaran dilakukan sesuai ketentuan.
Program yang berlangsung dari 20 hingga 30 Ramadan tersebut dirancang mengikuti rencana operasional yang telah disahkan. Penjadwalan ini memberikan kepastian waktu bagi jamaah untuk mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi administrasi maupun kesiapan ibadah.
Dengan sistem daring yang terintegrasi, proses registrasi kini lebih efisien dibandingkan metode manual sebelumnya.
Meski demikian, seleksi tetap dilakukan secara ketat demi menjaga kapasitas dan keamanan. Peserta yang menerima notifikasi resmi melalui pesan singkat dapat segera bersiap mengikuti i’tikaf sesuai arahan yang diberikan.
Melalui pengumuman ini, pemerintah Arab Saudi kembali menunjukkan komitmennya dalam memfasilitasi ibadah umat Islam secara profesional dan terorganisir.
Pendaftaran yang telah dibuka sejak 3 Ramadan 1447 H pukul 11.00 waktu setempat menjadi langkah awal bagi jamaah untuk meraih kesempatan beribadah di dua masjid paling suci dalam Islam.
Bagi calon peserta, penting untuk memahami bahwa kuota sangat terbatas dan seluruh aplikasi akan diverifikasi. Ketertiban administrasi serta kepatuhan terhadap syarat dan ketentuan menjadi bagian tak terpisahkan dari proses ini. Dengan mengikuti prosedur secara lengkap, peluang untuk mengikuti i’tikaf akan semakin terbuka.
Kesempatan ini bukan sekadar pendaftaran program, melainkan peluang spiritual yang bernilai tinggi.
Sepuluh malam terakhir Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Melalui sistem yang tertata dan pengelolaan yang terencana, pelaksanaan i’tikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi diharapkan berlangsung aman, tertib, dan mendukung kekhusyukan jamaah sepanjang pelaksanaannya.