Harga Pangan 27 Januari 2026: Perubahan Harga Cabai, Ayam, dan Minyak Goreng

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:32:07 WIB
Harga Pangan 27 Januari 2026: Perubahan Harga Cabai, Ayam, dan Minyak Goreng

JAKARTA - Pada perdagangan pangan pagi ini, sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, memberikan angin segar bagi daya beli masyarakat. 

Penurunan harga tersebut tercatat pada beberapa bahan kebutuhan pokok yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, seperti bawang, cabai, hingga sejumlah produk protein hewani. 

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga-harga bahan pangan tersebut terpantau mengalami penurunan pada Selasa, 27 Januari 2026 pagi.

Hal ini dapat menjadi sebuah kabar baik menjelang kebutuhan pangan yang tinggi, seperti yang biasa terjadi saat memasuki periode-periode tertentu dalam setahun.

Pergerakan Harga Bawang dan Cabai yang Turun

Harga bawang merah hari ini tercatat menurun cukup signifikan. Rata-rata nasional untuk harga bawang merah kini berada pada level Rp 38.296 per kilogram, turun Rp 2.657 dibandingkan dengan harga pada Senin (26/1/2026). Penurunan harga bawang merah ini memberikan keringanan bagi masyarakat yang selama ini merasakan lonjakan harga komoditas tersebut, yang seringkali dapat mengganggu anggaran belanja rumah tangga.

Selain bawang merah, harga bawang putih bonggol juga mengalami penurunan. Harga rata-rata nasional untuk bawang putih bonggol tercatat sebesar Rp 37.896 per kilogram. 

Penurunan harga ini menunjukkan adanya stabilisasi harga pada salah satu komoditas hortikultura yang sebelumnya sering melambung tinggi di pasaran. Penurunan harga ini cukup signifikan dalam rangka menjaga kestabilan pasokan dan harga bahan pokok pangan yang sering mengalami fluktuasi.

Tidak hanya bawang yang mengalami penurunan, harga cabai pun menunjukkan tren yang sama. Harga cabai merah keriting turun menjadi Rp 32.815 per kilogram, sementara harga cabai merah besar berada di level Rp 30.695 per kilogram. 

Penurunan harga cabai merah ini cukup dirasakan oleh masyarakat, karena cabai merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan dalam berbagai masakan sehari-hari. 

Namun, untuk cabai rawit merah, harganya masih tergolong cukup tinggi, yakni Rp 47.049 per kilogram, meskipun ada sedikit penurunan dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan Harga Produk Hewani

Tidak hanya komoditas hortikultura yang mengalami penurunan harga, produk-produk protein hewani juga tercatat mengalami koreksi harga yang positif. Harga daging ayam ras, misalnya, turun menjadi Rp 38.516 per kilogram. 

Penurunan harga ini sangat membantu masyarakat, mengingat daging ayam adalah salah satu sumber protein yang paling terjangkau bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Demikian juga, harga telur ayam ras turut melemah, dengan harga rata-rata sebesar Rp 30.632 per kilogram.

Namun, meskipun beberapa komoditas pangan mengalami penurunan harga, harga beras relatif stabil. Beras premium tercatat dihargai Rp 15.483 per kilogram, sementara beras medium berada di angka Rp 13.098 per kilogram. 

Sementara itu, beras untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) tercatat pada harga rata-rata Rp 12.329 per kilogram. Harga beras yang stabil ini memberikan rasa tenang bagi masyarakat, terutama menjelang musim panen atau periode kebutuhan pangan yang meningkat.

Minyak Goreng dan Gula: Harga Stabil Menjadi Solusi bagi Konsumen

Untuk komoditas minyak goreng, harga terlihat cukup stabil. Minyak goreng curah tercatat dengan harga rata-rata Rp 17.106 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan dipasarkan dengan harga rata-rata Rp 20.603 per liter. 

Minyak goreng kemasan dengan merek MinyaKita dijual dengan harga rata-rata Rp 17.165 per liter. Stabilnya harga minyak goreng ini sangat penting, karena minyak goreng merupakan bahan yang hampir selalu digunakan dalam setiap rumah tangga. 

Dengan harga yang tetap stabil, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir akan lonjakan harga yang biasanya sering terjadi pada bahan pangan pokok ini.

Sementara itu, harga gula konsumsi tercatat stabil di level Rp 17.973 per kilogram. Gula adalah salah satu bahan pokok yang memiliki peran besar dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun dalam industri makanan dan minuman. 

Kestabilan harga gula ini menjadi salah satu aspek yang membantu menjaga keseimbangan harga pangan secara umum di pasar.

Produk Perikanan dan Tepung Terigu: Harga Turun Meringankan Beban Konsumen

Selain itu, sektor perikanan juga menunjukkan adanya penurunan harga yang cukup mencolok. Harga ikan kembung tercatat turun menjadi Rp 42.188 per kilogram, sementara ikan tongkol dibanderol dengan harga Rp 35.074 per kilogram. Harga ikan bandeng juga menunjukkan penurunan, yaitu Rp 33.048 per kilogram. Penurunan harga produk perikanan ini cukup menggembirakan, mengingat harga ikan seringkali fluktuatif dan dapat berpengaruh terhadap konsumsi protein hewani bagi masyarakat.

Komoditas lainnya yang menunjukkan penurunan harga adalah tepung terigu. Harga tepung terigu kemasan tercatat di level Rp 12.096 per kilogram, sementara tepung terigu curah dibanderol dengan harga Rp 9.490 per kilogram. 

Harga tepung terigu yang menurun sedikit memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pokok yang digunakan dalam berbagai produk makanan, terutama yang berbahan dasar terigu.

Harapan untuk Daya Beli Masyarakat dan Pengendalian Inflasi

Secara keseluruhan, penurunan harga beberapa komoditas pangan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama di tengah tantangan inflasi yang terkadang dapat memengaruhi daya beli. 

Dengan harga-harga pangan yang cenderung menurun, diharapkan tekanan inflasi dalam jangka pendek dapat diminimalkan, dan daya beli masyarakat dapat terjaga.

Menurunnya harga pangan dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi pemulihan ekonomi masyarakat, serta memberikan dampak positif dalam upaya pengendalian inflasi yang selama ini menjadi tantangan pemerintah.

Pemerintah diharapkan terus memantau perkembangan harga pangan dan menjaga stabilitas pasokan agar penurunan harga pangan yang terjadi hari ini dapat berlanjut, dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 

Ke depannya, kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen harus terus dipertahankan agar ketahanan pangan di Indonesia tetap terjaga dengan baik.

Terkini