Peternakan Ayam Petelur Berbasis LPM Diharapkan Sukses Pasok Program MBG

Senin, 26 Januari 2026 | 14:54:19 WIB
Peternakan Ayam Petelur Berbasis LPM Diharapkan Sukses Pasok Program MBG

JAKARTA - Pemerintah Kota Bogor memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan masyarakat dalam pengembangan peternakan ayam petelur melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). 

Langkah inovatif ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan telur sebagai sumber gizi bagi warga setempat. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan telur yang berkualitas bagi masyarakat, sambil mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kecamatan Bogor Utara. 

Program yang melibatkan koperasi kelurahan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat.

Penguatan Program MBG Melalui Peternakan Ayam Petelur

Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memasok bahan pangan secara berkelanjutan, salah satunya dengan menyuplai telur dari peternakan ayam petelur yang dikelola oleh masyarakat lokal. 

Dalam rangka itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyerahkan 80 ekor ayam petelur kepada delapan Ketua LPM se-Kecamatan Bogor Utara, yang akan mengelola peternakan ayam tersebut. 

Hasil produksi telur nantinya akan disalurkan ke dapur MBG melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), yang bertugas menyalurkan bahan pangan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan.

Jenal menegaskan bahwa program ini tidak melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor, melainkan bergantung pada partisipasi masyarakat dan potensi dana dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). 

"Ini bukan program yang dibiayai dengan APBD, tetapi kami harap bisa memotivasi masyarakat dan pihak swasta untuk berpartisipasi," ujarnya.

Pemanfaatan LPM untuk Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Salah satu keunggulan dari program ini adalah pemanfaatan LPM sebagai pengelola usaha peternakan ayam petelur di tingkat kelurahan. Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi bawah yang selama ini kesulitan mengakses peluang ekonomi yang menguntungkan.

Dengan menjadi bagian dari program pemberdayaan ini, warga dapat memanfaatkan potensi yang ada untuk menciptakan lapangan kerja baru serta mendukung ketahanan pangan lokal.

"Siklus produksi telur harian harus dipahami oleh para Ketua LPM agar usaha ini dapat berkembang dengan baik. Keberhasilan peternakan ayam petelur ini sangat bergantung pada pemahaman mereka mengenai proses produksi yang berkelanjutan," ungkap Jenal. 

Ia menambahkan bahwa program ini memberikan kesempatan besar bagi warga Kota Bogor untuk menjadi pelaku ekonomi yang aktif, bukan hanya sebagai konsumen.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Pengembangan Kewirausahaan

Inisiatif peternakan ayam petelur berbasis LPM ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan telur dalam program MBG, tetapi juga diharapkan dapat membuka peluang kewirausahaan baru di tingkat kelurahan. 

Pengelolaan peternakan ini memberi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan kecil yang berkelanjutan, sembari mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

Program ini juga menawarkan model pemberdayaan yang terintegrasi, di mana masyarakat lokal tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat tetapi juga sebagai pengelola dan penggerak ekonomi di wilayahnya. 

Dengan bantuan dari Koperasi Kelurahan Merah Putih, hasil dari peternakan ayam petelur ini akan dikelola dan disalurkan ke dapur MBG yang ada di wilayah tersebut, sehingga memastikan distribusi bahan pangan yang adil dan merata.

Strategi Pengembangan Program Agar Berkelanjutan

Sebagai langkah awal, sebanyak 80 ekor ayam petelur akan dikelola oleh delapan LPM di Kecamatan Bogor Utara. Setiap LPM akan diberikan satu kandang yang berisi 10 ekor ayam petelur, dan hasil produksi telur akan disalurkan ke dapur MBG melalui KKMP. 

Program ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan telur dalam program MBG, tetapi juga untuk menciptakan ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Namun, agar program ini dapat berkembang dengan baik dan berkelanjutan, Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, menyarankan agar seluruh LPM di wilayahnya serius dalam mengelola peternakan ayam petelur. 

“Kita harus serius dalam mengelola program ini agar bisa berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang nyata di tingkat kelurahan. Ini merupakan langkah besar dalam pemberdayaan ekonomi lokal,” ujarnya.

Dukungan Swasta dan Masyarakat untuk Keberhasilan Program

Meskipun program ini tidak menggunakan APBD, Pemerintah Kota Bogor berharap agar sektor swasta dapat terlibat melalui CSR mereka. 

Program ini menawarkan kesempatan bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan, dua aspek yang semakin penting di tengah tantangan ekonomi global. 

Dengan melibatkan masyarakat dan pihak swasta, diharapkan program ini dapat berkembang lebih pesat dan memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian lokal.

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Oleh karena itu, Jenal Mutaqin berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan inisiatif serupa untuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Potensi Program Ini sebagai Model Pemberdayaan Ekonomi

Inisiatif ini menjadi peluang besar bagi Kota Bogor untuk memajukan perekonomian di tingkat kelurahan dengan mengedepankan kemandirian masyarakat dalam mengelola usaha peternakan ayam petelur. 

Dengan melihat hasil yang diharapkan, program ini dapat menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia, khususnya yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha berbasis produk pangan lokal.

Program ini juga menunjukkan bagaimana kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan untuk masalah ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan di tingkat lokal.

Terkini