JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong pengembangan Candi Jabung menjadi ekosistem budaya di Kabupaten Probolinggo, dengan fokus pada pelestarian warisan budaya.
Selain itu, Candi Jabung diharapkan menjadi destinasi wisata yang dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat.
Candi yang berlokasi di kawasan pesisir Probolinggo ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah dari masa Kerajaan Majapahit, yang dibangun pada tahun 1354 Masehi, atau 1276 Saka, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk.
Dengan sejarah dan nilai budaya yang sangat tinggi, Candi Jabung memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan budaya dan wisata di wilayah Jawa Timur.
Menbud Fadli Zon didampingi oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris serta jajaran Forkopimda, meninjau langsung proses revitalisasi Candi Jabung yang sudah berlangsung.
Menbud Fadli Zon memberikan apresiasi terhadap upaya revitalisasi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, yang mengingatkan kita tentang betapa pentingnya pelestarian cagar budaya seperti Candi Jabung ini, yang menjadi saksi bisu sejarah besar Indonesia.
Menurut Fadli Zon, revitalisasi yang telah dilakukan menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan, tetapi ia juga menekankan pentingnya pelestarian berkelanjutan agar Candi Jabung tidak hanya terjaga fisiknya, tetapi juga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Candi Jabung: Peninggalan Sejarah yang Menghimpun Sejarah dan Budaya
Candi Jabung tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga nilai arsitektur yang sangat tinggi. Dibangun menggunakan bata sebagai material utamanya, Candi Jabung menunjukkan perbedaan dengan candi-candi lain di Jawa Timur yang umumnya dibangun dengan batu andesit.
Hal ini, menurut Fadli Zon, menunjukkan perkembangan teknologi bangunan pada masa Majapahit, yang memiliki kekuatan dalam akulturasi antara Hindu, Buddha, dan kepercayaan lokal. Selain sebagai simbol keagungan Majapahit, Candi Jabung juga menjadi contoh nyata bagaimana budaya yang berbeda bisa berkembang bersama.
Keunikan lain dari Candi Jabung adalah kawasan sekitarnya yang cukup luas, sekitar 5 hektare, dengan pemandangan yang sangat menarik.
Candi ini tidak hanya dapat dijadikan sebagai objek wisata sejarah, tetapi juga dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk belajar tentang kebudayaan Majapahit, serta mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung dalam candi tersebut.
Selain itu, Kitab Negarakertagama juga menyebutkan keberadaan Candi Jabung sebagai salah satu bukti sejarah Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, revitalisasi dan pengembangan kawasan sekitar candi ini sangat penting untuk menjaga agar warisan budaya ini tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Pemanfaatan Candi Jabung untuk Ekosistem Budaya yang Berkelanjutan
Dalam pertemuan tersebut, Menbud Fadli Zon juga menggarisbawahi bahwa Candi Jabung harus dikembangkan menjadi ekosistem budaya yang tidak hanya mencakup festival seni dan tradisi lokal, tetapi juga dapat mencakup wisata religi, wisata sejarah, serta wisata kuliner khas Kabupaten Probolinggo.
Menurut Fadli Zon, dengan mengembangkan kawasan candi menjadi ekosistem budaya yang berkelanjutan, kawasan ini akan memiliki dampak yang luas, tidak hanya dalam hal pelestarian budaya, tetapi juga dalam pengembangan ekonomi daerah.
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, menyambut baik dorongan dari Menbud Fadli Zon untuk menjadikan Candi Jabung sebagai pusat kebudayaan yang dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia mengatakan bahwa setiap pusat kebudayaan harus mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Jabung, diharapkan akan ada peningkatan perekonomian bagi warga sekitar, yang dapat terlibat dalam penyediaan produk lokal, kuliner khas, dan berbagai kegiatan ekonomi yang terkait dengan sektor wisata.
Fadli Zon juga menekankan pentingnya pemanfaatan wisata religi dan wisata sejarah di Candi Jabung, yang memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Dengan menggali lebih dalam sejarah dan budaya yang ada di sekitar candi, serta memperkenalkan nilai-nilai religius yang terkandung, Candi Jabung dapat menjadi destinasi wisata yang menarik bagi banyak kalangan, sekaligus sebagai sarana untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada dunia.
Revitalisasi dan Peran Pemerintah dalam Pelestarian Candi Jabung
Sebagai bagian dari upaya penguatan dan revitalisasi situs budaya di Kabupaten Probolinggo, Menbud Fadli Zon juga meninjau Museum Tengger yang telah direvitalisasi.
Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk melestarikan dan memanfaatkan situs-situs sejarah di seluruh Indonesia, termasuk Candi Jabung, agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Revitalisasi tidak hanya terfokus pada pemulihan fisik candi, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat lokal agar mereka bisa ikut serta dalam proses pemeliharaan dan pemanfaatan cagar budaya tersebut.
Bupati Haris berharap dengan adanya perbaikan dan revitalisasi yang terus dilakukan, situs-situs sejarah seperti Candi Jabung bisa menjadi lebih terkelola dengan baik dan dapat digunakan sebagai pusat kebudayaan yang dapat dipahami dan dihargai oleh seluruh masyarakat.
Hal ini, menurutnya, akan membuka kesempatan bagi Kabupaten Probolinggo untuk menjadi sentra budaya yang penting di Jawa Timur, bahkan di Indonesia.
Peran Masyarakat dalam Pengembangan Candi Jabung
Mengembangkan Candi Jabung sebagai ekosistem budaya tentu bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan lembaga pelestarian budaya, tetapi juga peran aktif masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk mewujudkan pengembangan Candi Jabung sebagai destinasi wisata budaya yang dapat mendukung perekonomian lokal.
Dalam hal ini, pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat akan sangat membantu agar mereka dapat memanfaatkan potensi kawasan tersebut secara optimal, sembari menjaga kelestariannya.