JAKARTA - Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah strategis untuk memastikan proses pemesanan tiket berjalan lancar.
Migrasi dan penguatan kapasitas Rail Ticketing System (RTS) dijadwalkan berlangsung pada pukul 00.00 hingga 04.00 WIB akhir Januari 2026, mencakup seluruh layanan pemesanan tiket, baik untuk Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) maupun kereta lokal, termasuk layanan KAI Commuter.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan bahwa langkah ini dilakukan untuk menghadapi lonjakan transaksi yang biasanya terjadi saat masyarakat merencanakan mudik Lebaran.
“Kami melakukan migrasi ke infrastruktur sistem yang lebih modern agar seluruh kanal pemesanan, baik aplikasi Access by KAI maupun mitra penjualan lainnya memiliki kemampuan menyesuaikan kapasitas secara dinamis dan real-time. Hal ini sangat penting agar masyarakat dapat memesan tiket mudik dengan lebih lancar tanpa kendala teknis,” ujar Anne.
Migrasi Sistem dan Dampaknya
Selama proses migrasi empat jam tersebut, seluruh layanan pemesanan tiket online akan tidak dapat diakses. Ini termasuk transaksi melalui:
Aplikasi Access by KAI
Situs web kai.id
Kanal mitra resmi lainnya
Meski demikian, KAI memastikan perjalanan kereta api tetap berjalan normal. Petugas stasiun telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar aktivitas penumpang tidak terganggu.
Layanan Darurat Selama Migrasi
Pelayanan Tiket di Stasiun
Bagi calon penumpang yang ingin membeli tiket mendadak atau transaksi darurat, KAI menyiapkan loket manual di stasiun (offline).
Proses Boarding
Keberangkatan dan kepulangan penumpang tetap sesuai jadwal. Petugas menyiapkan manifest penumpang manual agar boarding tetap lancar.
Pemilihan Waktu Migrasi
Waktu dini hari dipilih karena trafik transaksi paling rendah, sehingga dampak terhadap calon penumpang bisa diminimalkan.
Penyimpanan Tiket
Penumpang yang berangkat selama periode migrasi dianjurkan menyimpan screenshot tiket atau kode booking dari aplikasi, atau mengecek email untuk memperlancar proses boarding.
Keamanan Data dan Perencanaan Matang
KAI menegaskan bahwa seluruh data pelanggan dan riwayat transaksi tetap aman selama migrasi berlangsung. Perencanaan dan pengujian sistem dilakukan secara berlapis untuk memastikan infrastruktur tiket kembali normal tepat pukul 04.00 WIB.
“Peningkatan sistem ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan Lebaran dengan aman dan nyaman. Kami memohon dukungan dan kerja sama pelanggan agar dapat mengatur kembali waktu transaksi tiketnya selama kegiatan ini berlangsung,” tambah Anne.
Tujuan Penguatan Infrastruktur
Langkah penguatan kapasitas sistem ini bukan hanya soal teknis. Tujuannya adalah:
Mengantisipasi lonjakan transaksi mudik Lebaran yang selalu tinggi.
Menjamin keandalan dan responsivitas sistem pemesanan tiket di semua kanal.
Meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan mengurangi risiko gangguan teknis.
Dengan sistem yang lebih modern, KAI ingin memastikan bahwa setiap calon penumpang dapat merencanakan perjalanan mudik tanpa hambatan, terutama di masa puncak pemesanan tiket.
Kanal Pemesanan yang Terhubung
KAI telah menghubungkan berbagai kanal untuk memudahkan masyarakat:
Aplikasi Access by KAI untuk pembelian cepat via smartphone.
Situs web kai.id sebagai portal resmi untuk informasi dan transaksi tiket.
Mitra resmi dan agen offline, memastikan tetap ada layanan darurat jika diperlukan.
Dengan integrasi ini, calon penumpang memiliki fleksibilitas dalam memilih kanal yang paling nyaman dan sesuai kebutuhan.
Pesan KAI kepada Penumpang
KAI meminta masyarakat:
Memperhatikan jadwal migrasi untuk menghindari kegagalan transaksi.
Menyimpan bukti tiket atau kode booking untuk mempermudah boarding.
Memanfaatkan loket offline jika ada kebutuhan mendesak selama migrasi.
Hal ini menunjukkan kepedulian KAI terhadap kenyamanan dan keamanan perjalanan, sekaligus komitmen memastikan mudik Lebaran 2026 tetap aman dan nyaman.
Antisipasi Lonjakan Transaksi
Setiap tahun, pemesanan tiket mudik mengalami lonjakan drastis. Dengan infrastruktur yang ditingkatkan, KAI berharap:
Masyarakat tidak mengalami gangguan teknis saat transaksi online.
Layanan tetap stabil meskipun jumlah transaksi meningkat signifikan.
Pengalaman pemesanan tiket lebih cepat, responsif, dan terjamin.
Langkah ini juga merupakan wujud modernisasi sistem tiket KAI untuk mendukung transformasi digital transportasi kereta api Indonesia.
Penguatan sistem tiket KAI menghadapi mudik Lebaran 2026 adalah bukti komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik dan aman bagi masyarakat. Dengan migrasi RTS yang modern, integrasi kanal pemesanan, dan pelayanan darurat di stasiun, calon penumpang tetap bisa merencanakan perjalanan mudik dengan nyaman.
KAI menegaskan bahwa kemudahan, keamanan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama, seiring meningkatnya jumlah pengguna yang memanfaatkan kereta api untuk mudik.