Paradise Properti Andalkan Antasari Place Dorong Marketing Sales Tahun Ini

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Paradise Properti Andalkan Antasari Place Dorong Marketing Sales Tahun Ini

JAKARTA - PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) menegaskan proyek hunian vertikal Antasari Place menjadi motor utama pertumbuhan penjualan properti perseroan pada tahun 2026. 

Presiden Direktur INPP, Anthony Prabowo Susilo, menyebut berbagai insentif pemerintah menjadi katalis penting bagi pemulihan sektor properti, termasuk fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang terbukti meningkatkan penyerapan unit di proyek Antasari Place dan 31 Sudirman Suites.

Menurut Anthony, sekitar 10%–20% pembeli memanfaatkan PPN DTP, dan perpanjangan fasilitas ini hingga 31 Desember 2027 memberikan visibilitas yang lebih panjang terhadap penjualan properti residensial. 

Meski begitu, daya beli masyarakat masih menjadi tantangan, mendorong pergeseran preferensi konsumen dari membeli unit menjadi menyewa.

“Proses handover Antasari Place yang masih berlanjut diproyeksikan tetap menjadi kontributor dominan terhadap marketing sales perseroan pada tahun ini,” ujarnya.

Ekspansi Proyek dan Peluang Pertumbuhan

Anthony menambahkan, strategi ekspansi INPP tahun ini tetap mengandalkan kombinasi antara proyek eksisting dan pengembangan baru. Perseroan menargetkan penambahan minimal dua properti setiap tahun. 

Salah satu proyek strategis adalah 23 Semarang Shopping Center, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada semester I/2026.

Kolaborasi proyek ini dengan institusi pendidikan internasional diharapkan memperkuat portofolio komersial INPP. Selain Semarang, perusahaan melihat potensi pertumbuhan di kota menengah seperti Bali dan Bandung. Di Balikpapan, INPP mengembangkan kawasan low-density lifestyle yang sejalan dengan meningkatnya dukungan infrastruktur.

“Selain lokasi yang sudah kami miliki di beberapa mid-city seperti Bali dan Bandung, dukungan infrastruktur yang mulai berkembang di Semarang memberikan peluang menjanjikan,” terang Anthony.

Kontribusi Marketing Sales Terhadap Pendapatan

Hingga kuartal III/2025, marketing sales Antasari Place memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan penjualan properti INPP yang naik 397,8% secara tahunan menjadi Rp440,1 miliar. 

Meski pendapatan dari penjualan unit meningkat pesat, pendapatan berulang (recurring income) tetap menjadi tulang punggung bisnis Paradise Indonesia.

Segmen komersial, termasuk pusat perbelanjaan, menyumbang 42% dari total pendapatan perseroan pada kuartal III/2025. Secara keseluruhan, recurring income dari sektor komersial dan hospitality berkontribusi hingga 67% terhadap total pendapatan tahun berjalan. 

Tren positif ini menegaskan pendapatan dari mal tidak hanya stabil, tetapi juga terus bertumbuh di tengah dinamika industri properti.

“Hal ini mengindikasikan pendapatan dari mal terus bertumbuh di tengah dinamika industri properti,” imbuh Anthony.

Pemerintah Sebagai Katalis Pemulihan Properti

Anthony menekankan bahwa kebijakan pemerintah, seperti insentif PPN DTP, menjadi faktor penting dalam mendorong permintaan properti. Insentif ini memungkinkan masyarakat, khususnya pembeli hunian vertikal, memiliki akses lebih mudah dan daya beli meningkat.

Dengan adanya PPN DTP, penjualan unit di proyek Antasari Place dan 31 Sudirman Suites menunjukkan tren positif. Perseroan berharap perpanjangan insentif hingga 2027 memberi kepastian bagi konsumen dan mendukung stabilitas penjualan residensial.

Strategi INPP Hadapi Tantangan Daya Beli

Meski insentif mendorong penjualan, tantangan tetap muncul dari daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Fenomena ini menyebabkan sebagian konsumen lebih memilih menyewa unit daripada membeli.

Anthony menegaskan INPP tetap fokus menjaga momentum penjualan melalui proyek unggulan, dengan menekankan kualitas hunian vertikal dan lokasi strategis. Pendekatan ini diharapkan mampu memaksimalkan marketing sales dan menjaga pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Diversifikasi dan Penguatan Portofolio

INPP tidak hanya mengandalkan proyek residensial, tetapi juga memperkuat portofolio komersial. Proyek seperti 23 Semarang Shopping Center dan kolaborasi dengan institusi pendidikan berkelas internasional merupakan bagian strategi diversifikasi.

Di sisi lain, pengembangan kawasan low-density lifestyle di Balikpapan mencerminkan langkah INPP menyesuaikan proyek dengan kebutuhan jangka panjang masyarakat dan tren investasi properti.

Prospek Pasar Properti Tahun 2026

Dengan dukungan pemerintah dan strategi proyek yang tepat, Anthony optimistis sektor properti dapat mencatat pertumbuhan positif tahun ini. 

Fokus INPP pada proyek-proyek unggulan dan pemanfaatan fasilitas PPN DTP diharapkan mendorong penjualan residensial, sementara segmen komersial tetap menjadi sumber pendapatan stabil.

Perusahaan menargetkan marketing sales meningkat secara signifikan, sekaligus memperkuat recurring income dari segmen komersial dan hospitality, memastikan keseimbangan antara pertumbuhan jangka pendek dan stabilitas jangka panjang.

Proyek Antasari Place menjadi motor utama pertumbuhan marketing sales INPP pada tahun 2026. Dengan dukungan insentif pemerintah, ekspansi proyek strategis, dan diversifikasi portofolio komersial, perusahaan optimistis dapat menghadapi tantangan daya beli masyarakat dan mencatat kinerja positif di seluruh segmen bisnis.

Terkini