Harga Perak Antam Menguat 19 Januari 2026 Ikuti Lonjakan Logam Mulia

Senin, 19 Januari 2026 | 13:47:44 WIB
Harga Perak Antam Menguat 19 Januari 2026 Ikuti Lonjakan Logam Mulia

JAKARTA - Pergerakan pasar logam mulia kembali menunjukkan volatilitas tinggi pada awal pekan ini. 

Sentimen global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan internasional turut memengaruhi harga komoditas, termasuk perak.

Kondisi tersebut tercermin pada harga perak yang dipasarkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin, 19 Januari 2026, yang mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan harga perak Antam sejalan dengan lonjakan harga emas, baik di pasar domestik maupun global. Logam mulia kembali menjadi aset lindung nilai yang diburu investor di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. 

Pergerakan ini menunjukkan bahwa perak tidak hanya mengikuti emas sebagai safe haven, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri di tengah gejolak pasar.

Harga Perak Antam Naik Rp 1.700 per Gram

Berdasarkan data perdagangan hari ini, Senin, 19 Januari 2026, harga perak Antam tercatat naik Rp 1.700 dibandingkan posisi sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, harga perak kini berada di level Rp 57.900 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam masih berada di posisi Rp 56.200 per gram.

Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan harga perak yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, terutama setelah harga perak dunia mencetak rekor tertinggi. Pergerakan harga perak domestik Antam secara umum mengikuti dinamika harga global, meskipun tetap dipengaruhi oleh faktor permintaan dan kebijakan harga perusahaan.

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sendiri menyediakan berbagai pilihan produk perak batangan yang dapat dijadikan alternatif investasi. Produk perak Antam dikenal memiliki tingkat kemurnian tinggi dan diproduksi dengan standar akurasi yang ketat. Salah satu produk yang tersedia adalah perak batangan dengan ukuran 500 gram.

Pentingnya Memperhatikan Pajak dan Harga Dasar

Bagi masyarakat atau investor yang berminat membeli perak Antam, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Harga perak yang tercantum dapat berbeda tergantung apakah sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% atau belum. 

Oleh karena itu, pembeli disarankan untuk memastikan harga dasar dan harga final sebelum melakukan transaksi.

Informasi lengkap mengenai harga perak, termasuk rincian pajak, dapat diakses melalui laman resmi Logam Mulia Antam. Transparansi harga ini menjadi bagian penting agar investor dapat mengambil keputusan dengan mempertimbangkan biaya secara menyeluruh.

Harga Perak Dunia Cetak Rekor Baru

Penguatan harga perak Antam tidak terlepas dari lonjakan harga perak di pasar global. Harga emas dan perak dunia melonjak ke rekor tertinggi, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik akibat dorongan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang semakin intensif terkait rencana pengambilalihan Greenland.

Situasi ini memicu kekhawatiran perang dagang yang berpotensi merusak hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Mengutip Yahoo Finance, harga emas di pasar spot naik 1,6% menjadi USD 4.668,76 per ounce pada pukul 08.11 di Singapura. Harga emas bahkan sempat menyentuh level tertinggi di USD 4.690,59 per ounce. Sementara itu, harga perak melonjak 3,2% menjadi USD 93,0211 dan menyentuh rekor tertinggi di level USD 94,1213.

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap logam mulia sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global yang terus membesar.

Ketegangan Perdagangan dan Risiko Geopolitik

Presiden Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif terhadap delapan negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris, yang menentang rencana akuisisi Greenland. Tarif sebesar 10% dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari dan meningkat menjadi 25% pada Juni mendatang. 

Langkah ini dinilai berpotensi memperburuk hubungan dagang lintas kawasan dan meningkatkan risiko ekonomi global.

Kebijakan tarif tersebut mendorong permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas dan perak. Di tengah potensi konflik perdagangan, investor cenderung mengalihkan dana dari aset berisiko ke logam mulia yang dianggap lebih stabil.

Respons Pemimpin Eropa dan Ketegangan Global

Menanggapi kebijakan tersebut, para pemimpin Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat dalam beberapa hari ke depan guna membahas kemungkinan langkah balasan. Sejumlah negara anggota Uni Eropa tengah mengkaji opsi pengenaan tarif balasan terhadap barang-barang AS senilai €93 miliar atau setara USD 108 miliar.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dilaporkan berpotensi mendorong aktivasi instrumen anti-koersi Uni Eropa (Anti-Coercion Instrument/ACI). Instrumen ini memungkinkan Uni Eropa mengambil langkah pembalasan tegas terhadap tindakan perdagangan yang bersifat memaksa.

“Risiko geopolitik terus meningkat,” ujar analis Capital.com di Melbourne, Kyle Rodda. “Ketidakpastian perdagangan yang baru melemahkan prospek pertumbuhan dan kebijakan luar negeri AS mengikis kepercayaan terhadap dolar AS. Ini adalah kombinasi sempurna untuk emas dan perak.”

Harga Emas Dunia Ikut Menguat Tajam

Sejalan dengan perak, harga emas dunia juga menunjukkan pergerakan ekstrem. Ketegangan geopolitik global dan dinamika domestik Amerika Serikat mendorong harga emas menembus rekor tertinggi pekan lalu, seiring meningkatnya volatilitas di pasar logam mulia.

Harga emas spot mengawali pekan di level USD 4.529,89 per ons. Setelah kabar gugatan Departemen Kehakiman AS terhadap Federal Reserve mencuat, harga emas melonjak dan mencapai puncak USD 4.591,53 pada Minggu malam sekitar pukul 19.30.

Harga emas spot kemudian diperdagangkan sedikit di bawah USD 4.600 per ons, dengan pergerakan yang sangat fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.

Pandangan Analis dan Prospek Pekan Ini

Survei Emas Mingguan Kitco News menunjukkan pandangan analis Wall Street masih terbelah terkait arah harga emas dalam jangka pendek. Namun, investor ritel justru semakin optimistis terhadap prospek emas.

Prospek emas cenderung melemah akibat meningkatnya ketidakpastian terkait independensi Federal Reserve. Sementara itu, analis pasar senior di Barchart.com, Darin Newsom, menyatakan, “Naik. Aturan Pasar Newsom 1, jangan melawan tren, dan trennya adalah naik.”

Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, juga menilai momentum emas masih positif. “Secara fundamental, faktor-faktor yang telah mendorong harga emas tetap ada. Trennya tetap naik untuk dunia yang sarat utang dan tidak stabil,” ujarnya.

Terkini